Sabtu, 26 September 2009

20.000 Km Test on Yamaha Mio 115cc.





Yamaha Mio,adalah Skuter Matic paling popular di Indonesia. Setiap berhenti di perempatan jalan pasti bertemu Mio..Ya Kan?? (Kecuali kalo jalan sepi…) Utk soal performa, bikers pasti sudah tau….Ni Skuter emang yahud..selain itu juga bisa di bore Up habis…tinggal punya modal and nyali berapa….


Untuk kondisi standar, tenaga sudah mumpuni…Tidak butuh waktu lama untuk mencapai kecepatan ideal 60 km/j dari kondisi berhenti. Hanya butuh 3,6 detik. Konsumsi BBM ketika masih baru sekitar 32 km utk 1 Liter, pemakaian dalam kota, kondisi Stop – Go.
Kali ini akan dipaparkan Test setelah Mio menempuh 20.000 Km atau kira-kira 2 Tahun. Test ini dilakukan di Jalanan Jogja, Mio keluaran 2007 CW, kondisi standar, pemakaian normal, belum pernah buat free style, atau Road Race apalagi Off Road Challenge….
Untuk onderdil Fast Moving sudah dilakukan penggantian yaitu kampas rem depan, kampas rem belakang, Oli Shock depan berikut sil nya. Busi juga sudah diganti ketika 15000Km, bukan karena mati tetapi untuk jaga-jaga saja karena elektroda sudah menipis. Sedangkan Ban juga masih standar, ban depan ada gejala habis tidak rata (benjol-benjol), ban belakang sudah agak gundul (kebanyakan catok mungkin..hehehe). Untuk velg belakang sudah mulai peyang, ini umum terjadi di Mio CW keluaran 2006 ke atas (padahal velg genuine lho..). Kondisi V-Belt sudah mulai pecah-pecah dan ada gejala selip.
Oke, road test mulai….
Untuk performa tidak ada kelainan signifikan, 0-60 Km/j masih di angka 3,6 detik, mungkin karena servis rutin. Nah yang bikin kaget adalah konsumsi BBM nya..1 liter cuma bisa 29 km lho…Cukup signifikan…Bisa jadi karena V-belt yang mulai selip dan kondisi velg yang peyang plus Tester yang berat badannya sudah naik 3 Kg dari 2 tahun lalu.. Hahahahahaha.
Untuk pengendalian yang menjadi masalah ya di velg belakang itu, terasa sekali jika dipakai berboncengan. Untuk Knalpot suaranya sedikit berubah, bisa jadi karena timbunan kerak selama 2 tahun. Tetapi masih halus dan tidak tampak adanya kebocoran maupun karat parah.

Kesimpulannya, Yamaha Mio ini masih mumpuni setelah pemakain 2 tahun, dan harga jual kembali juga masih tinggi..Utk keluaran 2007 masih sekitar 9,5 sampai 9,75 juta rupiah. (Model CW).
Sekian.

Sabtu, 12 September 2009

Best Motorcycle 2009





Best Motorcycle 2009 versi Motorcycle.com :

1. Best of The Best : Triumph Street Triple
Motor 3 silinder keluaran Triumph ini mempunyai ergonomic yang baik, mudah dikendarai tapi tetap bisa diajak berakselerasi dan bermain-main oleh “veteran bikers” membuatnya Fun to ride dan menjadikannya yang terbaik di tahun ini.

2. Best Sportbike 600cc : Kawasaki Ninja ZX-6R
Suspensi depan baru dari Showa yang lebih besar dan mesin yang lebih ringan membuat Ninja ini nyaman digunakan di jalan raya, dan tetap ber performa di track road, mengalahkan rival-rivalnya.

3. Best Superbike 1000cc : Honda CBR 1000RR
Pengendalian yang tajam, bobot seringan 600cc, mesin yang handal…Apalagi yang kurang??

4. Best Standard : Ducati Monster 1100
Mesin V-Twin ber torsi GAHAR, model yang cantik khas Italia, pengendalian yang cocok utk perkotaan..(Amerika maksudnya…Kalo Indonesia ya Mio aja  )

5. Best Cruiser : Triumph Thunderbird 1600
1600 cc 2 Silinder segaris….Dengan desain American Muscle Chopper nya, mampu mengalahkan Harley Davidson di kategori ini.

6. Best Touring : BMW R1200RT
Dengan kapasitas Tanki BBM 22 liter, cruise control, trip computer, dan kemudi yang ber-pemanas..Mesin 1200cc Horizontal nya sangat cocok utk perjalanan jauh…cocok buat mudik…

7. Best Sport-Touring : BMW K1300GT
Mesin 4 Silinder Segaris 1300cc, Xenon Headlamps, cruise control, on –the fly suspension setting, pengendalian lembut tapi tajam dan Rem yang mumpuni, mampu mengalahkan Yamaha FJR1300 dan Honda ST1300.

8. Best Dual Purpose : BMW F800GS
Lagi-lagi BMW…sekarang dengan mesin segaris 2 silindernya..Cocok buat yang mau adventure…atau cocok buat di Lintas Sumatra yang jalanya lubang-lubang..Hehehehe.



9. Best Scooter : Piaggio MP3 500 / 400ie
Skuter 3 roda ini sangat sensasional…Cocok buat pemula yang pingin belok miring tapi takut jatuh hehehe..dijamin ga jatuh…rodanya 3 bro…konfigurasi mirip becak…
Coba di Jogja ada Becak MP-3…kan tukangnya bisa miring-miring tuh..

10. Best Value : Kawasaki Ninja ZX 250
Harga murah (utk sportbike dan uang Amerika) kira-kira 4000USD, bentuk yang menawan, pengendalian mudah, tdk memalukan juga buat ngebut 150 Kpj…

11. Best Exotica-Sport : Ducati Desmosedici RR
Brad Pitt, Jay Leno dan Tom Cruise memilikinya….Motor Replica MotoGP Casey Stoner yang legal seharga 72500USD ini membuat siapapun ingin menjual rumahnya bahkan rumah tangganya… 

12. Best Exotica – Naked : Yamaha V-Max
Yang membuat motor ini exotic adalah tenaga nya…. 200HP !!! keluar dari mesin V4..Disebut touring ya kurang cocok…Tenaganya segitu..sama Colt Diesel buat angkut duren aja gedean ini..hehehehe..V-Max is Back…

Senin, 24 Agustus 2009

Suzuki Baleno Next G VS Toyota Vios VVTi VS Honda City IDSi






Small Sedan kelas 1500cc memang ramai, karena harganya, fungsional, hemat BBM, dan SEDAN. Sebenarnya ada beberapa produsen lagi yang juga meramaikan kelas ini, tapi kita ambil yang big 3 saja, karena populasinya.
Pertama diulas dulu Baleno VVT. Di negara asalnya Suzuki ini bernama Aerio Sedan, karena memang satu platform dengan sudaranya yang wagon itu.mobil ini berharga di kisaran 90 – 140 Juta an. Berkapasitas mesin 1500cc berteknologi Variable Valve Timing yang dapat menelurkan tenaga 103 Hp pada 5200 Rpm. Klaim pabrikan untuk konsumsi bahan bakarnya adalah 1 ltr /16. km. Fitur-fitur di mobil ini juga paling lengkap dibanding pesaing-pesaing nya; sebut saja rem ABS, Multy Information Display (MID). Mobil ini sudah dilengkapi Fog Lamp sebagai standarnya juga. Untuk kenyamanan, Baleno terasa nyaman di jalan bergelombang, tetapi pada kecepatan tinggi timbul gejala body roll atau limbung dan suara angin yang masuk ke kabin. Selain itu memang suara mesin khas suzuki, kasar... Di pasar Amerika dan Eropa, Suzuki Aerio Sedan ini lebih terkenal dibanding Toyota Vios lho, terutama memang karena pasarnya adalah wanita dan keluarga muda.
Kedua adalah Toyota Vios VVTi, yang berbekal performa dan pengalaman di lintasan balap turing nasional. Mobil ini satu paltform dengan Toyota Yaris, berkapasitas 1500cc Variable Valve Timing intelligent dan mengeluarkan tenaga 109 Hp pada 6000 Rpm, lebih besar dari Suzuki Baleno Next G, dan konsumsi bahan bakarnya 1 ltr / 16 km. Mobil Vios edisi Indonesia ini minus ABS dan MID. Untuk seri G, sudah dilengkapi Fog Lamp. Harga Vios type G di kisaran 90 – 140 Juta an karena imbas kemiripan dengan Taxi Toyota Limo yang bukan VVTi itu. Untuk kenyamanan, masih di bawah Suzuki Baleno soal suspensi nya, tapi peredaman suara angin lebih baik dan suara mesin juga lebih halus. Pengendalian di kecepatan tinggi, gejala limbung paling sedikit dibanding 2 rivalnya walaupun masih kalah dibanding Chevrolet Kalos yang sayangnya tidak ikut dalam komparasi ini. Tetapi untuk di tikungan, gejala understeer nya lumayan mengganggu, mungkin dipengaruhi suspensi belakang yang belum independent.
Mobil ketiga dalam komparasi ini adalah Honda Civic IDSi, berkapasitas 1500cc Intelligent Dual Sequential ignition (berbusi ganda di tiap Silinder) yang mengeluarkan tenaga 92 Hp di 5500 Rpm, terkecil di komparasi ini, tetapi City juga memiliki jenis mesin VTEC yang bertenaga 110 HP. Untuk Platform, Honda City berbagi Mesin dan Chassis dengan Honda Jazz. Konsumsi bahan bakarnya paling irit dibandingkan mobil sekelasnya, bisa mencapai 1 ltr / 22 km. Memang performa kalah dengan Vios dan Baleno, meskipun untuk akselerasi City lebih cepat dibanding Baleno disebabkan perbandingan gear nya yang tepat untuk jalanan di Indonesia. City generasi awal juga tidak dilengkapi ABS, baru edisi 2006 yang ada ABS nya, itupun untuk seri mesin VTEC. MID juga absen di Honda City ini. Tetapi untuk soal memanjakan penumpang dan pengemudi di dalam, Honda jagonya. Kenyamanan mobil ini di atas 2 rivalnya, interiornya juga apik dan elegan, yaaaa sebandinglah dengan harganya yang di kisaran 90 – 140 juta an. Suara dari luar teredam dengan baik, begitu juga guncangan yang teredam baik oleh suspensinya. Tetapi untuk menikung kecepatan tinggi, feed back setir tetap presisi lho. Jempol deh buat Pak Honda.
Kesimpulannya, dari segi fitur Suzuki pemenangnya. Jadi kalo anda peduli dengan teknologi ya pilih Suzuki, Kenyamanan Pilih Honda, dan Performa pilih Toyota. Dari harga jual kembali Honda lebih unggul dari Vios karena tidak ada Taxi merk Honda, tetapi Toyota Vios pun masih lebih tinggi dibanding Baleno lho, karena image Toyota di mata bangsa Indonesia tentunya.. So kami menyediakan informasi tetapi pilihan tetap ada di tangan anda. Sekian.

Sabtu, 08 Agustus 2009

Ferrari F458 Italia


Ferrari merilis lagi mobil sportnya..F458 "Italia". Ferrari baru ini dikondisikan utk menggantikan F430. Mobil ini dirilis tgl 28 July 2009.
F458 ini berkonfigurasi V8 4500cc 570 Hp dengan kecepatan max kira2 325km/j...Wow..
Ferrari hasil desain pininfarina ini dilengkapi kopling ganda dan bertransmisi 7 percepatan. Kabarnya Michael Schumacer ikut andil dalam desain dan pengembangan F458 ini.
Desain Ferrari ini mengalami evolusi menjadi lebih canggih dengan bentuk yg lebih dinamis dari pendahulunya. Lampu depannya dilengkapi dengan daylight lamp LED, dan lampu bi Xenon. Selain itu interiornya juga lebih mewah dan membuat betah yg mengemudikannya...Saya rasa semua orang akan betah kalo punya Ferrari..hehehehe..
Melanjutkan legenda mesin tengah Ferrari, F458 ini dilengkapi beberapa fitur canggih, seperti Injeksi langsung ke 8 silindernya yg mengakibatkan efisiensi mobil super ini menjadi 13.7 ltr/100km dan emisi CO nya tidak lebih dari 320 g/km..mobil ini juga dilengkapi kopling ganda utk melengkapi sensasi mengemudi ala mobil F1.
F458 dilengkapi ban dengan ukuran 235R20 utk depan dan 295R20 utk belakang, keempat rodanya dilengkapi rem cakram cross drilled dan ABS, selain itu kontrol traksi juga menjadi perlengkapan standar lho...
Harganya sendiri belum dirilis oleh pihak Ferrari, yg pasti lebih mahal dari Innova...Hehehehe...
Mau??

Sabtu, 18 Juli 2009

Are we Green yet ?


Lingkungan yang sehat dan hijau tentu menjadi dambaan kita. Tetapi ternyata kita saat ini belumlah hidup di lingkungan yang sehat. Memang telah banyak karya-karya tentang “green environment” ini, tetapi untuk aplikasinya pada karya nyata ternyata hal-hal yang berbau “green” ini masih merupakan barang mewah. Sehingga masyarakat menjadi kurang begitu mendukung konsep ini.
Sebagai contoh, lampu hemat energi dan lampu bohlam biasa tentu mahal yang hemat energi kan? Lalu mobil “hybrid” dan mobil yang boros BBM tentu lebih murah yang konvensioal dan boros BBM itu.
Dalam rangka penciptaan energi alternatif, biaya juga menjadi penghadang utama. Seperti Pembangkit listrik tenaga Matahari, yang harga panel surya nya mahal..
Menurut saya, untuk menciptakan lingkungan yang hijau tidak harus dengan teknologi yang mutakhir dan mahal, kita bisa berimprovisasi dengan 3R (Reduce, ReUse, Recycle) yang tentunya sudah sering digembor2kan..hehehe..
Untuk menjalankan 3R ini paling simpel adalah dengan jangan membuang sampah sembarangan.. Dengan membuang sampah pada tempatnya, apalagi kalau dipisah antara sampah organic dan anorganik pasti lebih siipp, maka kita bisa membantu proses ReUse dan Recycle nya. Karena sampah yang kita buang akan mampir di Drop Depo dulu sebelum ke TPA utk disortir. Yang sampai ke TPA idealnya hanyalah sampah organik (kalau tukang sortirnya ga’ ngantuk)..Nah sampah2 anorganik itu akan digunakan kembali, melalui bantuan para pemulung & penadah (“junk yard”). Bisa digunakan untuk kerajinan, atau di daur ulang menjadi bahan dasar kembali.
Jadi, membuang sampah pada tempatnya bukan merupakan hal sepele, karena implikasinya sangat banyak…Mungkin daripada MUI mengeluarkan fatwa haram utk merokok, lebih baik mengeluarkan fatwa haram utk buang sampah sembarangan..Lebih jitu dan ga’ kurang kerjaan..


Salam dari perokok yang buang sampahnya ke tempat sampah….

Kamis, 16 Juli 2009

Jembatan Suramadu




Jembatan termegah di Indonesia saat ini….Menjadi kebanggaan kita sebagai Bangsa Indonesia, karena ini merupakan karya anak negeri ini.
Tapi, belum beberapa lama Jembatan itu beroperasi, sudah ada masalah yang melandanya. Diantaranya pencurian baut-baut, lampu-lampu, dan juga rambu-rambu lalu lintas di sana. Bahkan juga ada perampokan di atas jembatan tersebut.
Entah karena mental kita yang bisa membangun tapi tidak bisa merawat atau ada hal lain?? Dampak sosial ekonomi mungkin??
Sebelum jembatan ini dibangun, masyarakat Madura menyeberang ke Surabaya menggunakan Feri. Di Penyeberangan itu tentunya akan timbul berbagai kegiatan ekonomi kan?? Seperti :
- Penyedia Jasa Feri
- Tukang parkir
- Buruh / Kuli barang
- Pedagang asongan
- Warung-warung makan
- Dll.

Nah setelah ada jembatan itu, jasa penyeberangan mati…Gulung tikar…Padahal dari perusahaan Feri itu ada pegwainya kan??? Berarti sudah ada penambahan pengangguran gara-gara jembatan ini. Yang kehilangan mata pencaharian bukan hanya orang-orang dari penyedia jasa feri saja, tapi orang-orang yang berkegiatan ekonomi di situ…
Bisa jadi mereka yang kehilangan mata pencaharian inilah yang marah dan memprotes pemerintah dengan cara menggerogoti jembatan Suramadu ini….
Jadi jika Pemerintah akan memulai lagi proyek mega konstruksi atau proyek-proyek lain, mungkin perlu juga dipelajari dahulu atau diadakan studi mengenai efek sosial ekonomi yang akan terjadi jika proyek itu berlangsung.

Sekian !!

Selasa, 14 Juli 2009

Ghia Streamline X Coupe


Tahu kan rumah modifikasi GHIA?? Itu, yg terkenal dgn desain-desain mobil sport nya. Seperti Maserati, VW Karman, Ford, dll. GHIA ini pernah diminta utk membuatkan sebuah supercar oleh Chrysler, bernama Chrysler GHIA Gilda.
Prototype nya muncul di Torino auto show 1955. Yang membuat unik adalah bentuknya yang tdk lazim, streamline. Ditangani oleh Giovanni Savonuzzi, pakar yg memulai era bentuk roket di mobil-mobil Amerika (bentuk lancip dan sirip di belakang).
Mobil ini ditenagai oleh mesin Chrysler setara small block (5000 cc) dan dapat berjalan dengan kecepatan maximum 225 Km/h.
Chrysler GHIA ini hanya diproduksi satu unit saja, dan saat ini dipajang di Torino World Design Capital.