Sebenarnya keuntungan apa sih yg didapat dari hubungan diplomatik dgn Malaysia??
Kayanya untungnya lbh banyak ke pihak Malingsia itu ya??
Padahal Malaysia :
1. Suka menyiksa TKI
2. Diskriminasi thd WNI di sana.
3. Exportir film kartun
4. Exportir produk makanan
5. Exportir Teroris
6. Tempat Latihan dan Studi Teroris Indonesia
7. Suka mencuri ikan..di perairan Indonesia (kaya kucing garong / Meong Racun)
8. Suka mencuri kebudayaan Indonesia kemudian mempatenkan.
9. Suka menembaki orang Indonesia.
Tapi kok Pemerintah kita terkesan tidak tegas ya?? Atau jangan-jangan Kampanye pemerintahan terpilih sekarang termasuk didanani oleh Malaysia??? Only Few knows it, but they’re to afraid to speak up.
Yuk kita blokir produk Malaysia, kita mulai dgn Upin-Ipin… :p
Jumat, 20 Agustus 2010
Senin, 02 Agustus 2010
Berenang di Casa Grande Jogja
Hari minggu kemaren saya dan anak istri berhari minggu ceria...
Maksud hati mengenalkan anak pada kolam renang..biar ga GAPNANG (gagap renang)kaya bapaknya ..
Pilihan lokasi jatuh ke Club House Casa Grande, karena lokasi yg berdekatan dgn tempat tinggal.
Sampai di sana kolam renangnya sepi, padahal jam 15.00 biasanya kalau kolam renang lain sudah lumayan penuh. Pas di Front Office nya petugasnya bilang kalau kolam renangnya agak kotor.
Saya lihat kondisi yg kolam renang dewasanya memang menyedihkan, Air keruh dan banyak sampah daun dan serangga...Tapi kolam anak nya masih jernih. Karena anak sudah semangat lihat air, ya saya lanjutkan acara berenangnya. Tapi cm di kolam anak.
Setelah anak "nyemplung" beberapa saat dan terlihat kedinginan acara saya akhiri, karena tujuannya cuma perkenalan dulu..takut anaknya malah jadi phobia.
Waktu bermain dgn anak di kolam itu air di kolam terasa bacin (seperti ampas tahu)...
Lalu saya menceritakan acara saya ke kawan-kawan, alangkah terkejutnya saya karena kawan-kawan menyayangkan anak saya di cemplungkan di Casa Grande.
Menurut mereka, CasaGrande sudah terkenal kotor....sirkulasi airnya tidak bagus, dan jarang dikuras...jadi hanya diberi obat terus-terusan.
Malah seorang kawan yg seorang dokter mengatakan bahwa ada anak yg kulitnya tidak kuat dengan obat di kolam itu...
OMG....semoga anakku gapapa...
Friends, hati-hati ya kalau mau nyemplung di Casa Grande...lihat kondisinya dahullu..
SALAM..
Maksud hati mengenalkan anak pada kolam renang..biar ga GAPNANG (gagap renang)kaya bapaknya ..
Pilihan lokasi jatuh ke Club House Casa Grande, karena lokasi yg berdekatan dgn tempat tinggal.
Sampai di sana kolam renangnya sepi, padahal jam 15.00 biasanya kalau kolam renang lain sudah lumayan penuh. Pas di Front Office nya petugasnya bilang kalau kolam renangnya agak kotor.
Saya lihat kondisi yg kolam renang dewasanya memang menyedihkan, Air keruh dan banyak sampah daun dan serangga...Tapi kolam anak nya masih jernih. Karena anak sudah semangat lihat air, ya saya lanjutkan acara berenangnya. Tapi cm di kolam anak.
Setelah anak "nyemplung" beberapa saat dan terlihat kedinginan acara saya akhiri, karena tujuannya cuma perkenalan dulu..takut anaknya malah jadi phobia.
Waktu bermain dgn anak di kolam itu air di kolam terasa bacin (seperti ampas tahu)...
Lalu saya menceritakan acara saya ke kawan-kawan, alangkah terkejutnya saya karena kawan-kawan menyayangkan anak saya di cemplungkan di Casa Grande.
Menurut mereka, CasaGrande sudah terkenal kotor....sirkulasi airnya tidak bagus, dan jarang dikuras...jadi hanya diberi obat terus-terusan.
Malah seorang kawan yg seorang dokter mengatakan bahwa ada anak yg kulitnya tidak kuat dengan obat di kolam itu...
OMG....semoga anakku gapapa...
Friends, hati-hati ya kalau mau nyemplung di Casa Grande...lihat kondisinya dahullu..
SALAM..
Jumat, 28 Mei 2010
Dosa besar atau Kecil ??
Dua orang pendosa mengunjungi hamba Tuhan yang bijak dan meminta nasehatNya.
"Kami telah melakukan suatu dosa," kata mereka dan suara hati kami terganggu. "Apa yang harus kami lakukan ?"
"Katakanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan salah mana yang telah kamu lakukan, Anakku," kata hamba Tuhan tsb.
Pria pertama mengatakan ,"Saya melakukan suatu dosa yang berat dan mematikan." Pria kedua berkata,"Saya telah melakukan beberapa dosa ringan, yang tidak perlu dicemaskan."
"Baik," kata hamba Tuhan tsb, "Pergilah dan bawalah kepadaku sebuah batu untuk setiap dosa yang telah kamu lakukan !".
Pria pertama kembali dengan memikul sebuah batu yang amat besar. Pria kedua dengan senang membawa satu tas berisi batu-batu kecil.
"Sekarang," kata hamba Tuhan tsb, "Pergilah dan kembalikan semua batu itu tepat dimana kamu telah menemukannya!".
Pria pertama mengangkat batu besar itu dan memikulnya kembali ke tempat dimana ia telah mengambilnya. Pria kedua tidak dapat mengingat lagi tempat dari setengah jumlah batu yang telah diambilnya, maka ia menyerah saja dan membiarkan batu-batu itu berada didalam tasnya. Katanya, "Itu pekerjaan yang sulit."
"Dosa itu seperti batu-batu itu,' kata hamba Tuhan bijak tsb, "Jika seseorang melakukan suatu dosa berat, hal itu seperti sebuah batu besar dalam suara hatinya, tetapi dengan penyesalan yang sejati, memohon ampun dan mengakui Nama Tuhan, maka kesalahannya diampuni seluruhnya oleh Tuhan.
Tetapi pria yang terus menerus melakukan dosa-dosa ringan dan ia tahu itu salah, namun semakin membekukan suara hatinya dan ia tidak menyesali sedikitpun, maka ia tetap sebagai seorang pendosa. Ia sulit membuang batu-batu itu kembali ke tempatnya dan terus menerus membawanya seumur hidup.
"Maka ketahuilah,anak-anakku," nasihat hamba Tuhan itu, "adalah sama untuk menolak dosa-dosa ringan seperti menolak dosa-dosa berat !"
Tuhan memberkati.
Dari Sebuah Milis.....
"Kami telah melakukan suatu dosa," kata mereka dan suara hati kami terganggu. "Apa yang harus kami lakukan ?"
"Katakanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan salah mana yang telah kamu lakukan, Anakku," kata hamba Tuhan tsb.
Pria pertama mengatakan ,"Saya melakukan suatu dosa yang berat dan mematikan." Pria kedua berkata,"Saya telah melakukan beberapa dosa ringan, yang tidak perlu dicemaskan."
"Baik," kata hamba Tuhan tsb, "Pergilah dan bawalah kepadaku sebuah batu untuk setiap dosa yang telah kamu lakukan !".
Pria pertama kembali dengan memikul sebuah batu yang amat besar. Pria kedua dengan senang membawa satu tas berisi batu-batu kecil.
"Sekarang," kata hamba Tuhan tsb, "Pergilah dan kembalikan semua batu itu tepat dimana kamu telah menemukannya!".
Pria pertama mengangkat batu besar itu dan memikulnya kembali ke tempat dimana ia telah mengambilnya. Pria kedua tidak dapat mengingat lagi tempat dari setengah jumlah batu yang telah diambilnya, maka ia menyerah saja dan membiarkan batu-batu itu berada didalam tasnya. Katanya, "Itu pekerjaan yang sulit."
"Dosa itu seperti batu-batu itu,' kata hamba Tuhan bijak tsb, "Jika seseorang melakukan suatu dosa berat, hal itu seperti sebuah batu besar dalam suara hatinya, tetapi dengan penyesalan yang sejati, memohon ampun dan mengakui Nama Tuhan, maka kesalahannya diampuni seluruhnya oleh Tuhan.
Tetapi pria yang terus menerus melakukan dosa-dosa ringan dan ia tahu itu salah, namun semakin membekukan suara hatinya dan ia tidak menyesali sedikitpun, maka ia tetap sebagai seorang pendosa. Ia sulit membuang batu-batu itu kembali ke tempatnya dan terus menerus membawanya seumur hidup.
"Maka ketahuilah,anak-anakku," nasihat hamba Tuhan itu, "adalah sama untuk menolak dosa-dosa ringan seperti menolak dosa-dosa berat !"
Tuhan memberkati.
Dari Sebuah Milis.....
Sabtu, 10 April 2010
Toyota AW-11 “MR-2” year 1986-89

Sport Coupe kecil 2 penumpang buatan Toyota…saingan berat Mazda MX-5 dan Lancia Stratos…
Mesin Mid Engine 4A-GZE….Ogura Industrial Supercharged…WOW.
Traksi melimpah? ehhh, nggak juga…Beberapa owner mengemukakan gejala oversteer yg berlebihan ketika melakukan ”fast cornering”...tapi kalo yang suka drift, mobil ini oke juga
:p interiornya juga asik, bobotnya ringan 998 Kg, 145HP..injection..hmmmm…siapa tau ada yg bisa import mobil ini..Soalnya pernah menemukan warna hitam di Jakarta…Modelnya juga cukup retro lho..Cuma ya kalo udah punya anak istri mending pilih Corolla AE-86 / AE-92 yang bisa anngkut 4 penumpang…hehehe..Datsun SSS juga bisa 5 penumpang…

Salam
Sabtu, 20 Maret 2010
Dasar sopir Bis !!!
Wuiiih…gemes… yg namanya bis antar kota itu benar2 raja jalanan yaa… Sampe polisi aja takuut. Melanggar lampu traffic ga papa, melanggar marka gapapa, berhenti sembarangan gapapa….Padahal itu kan angkutan umum yg notabene membawa nyawa puluhan orang..(bukan sapi..tapi maaf klo kadang2 ada yg mirip sapi hehehe). Di mana ya tanggung jawab sopir bus, pemilik P.O nya bahkan Polisinya?? Bus ugal-ugalan baru ditindak setelah ada kejadian yg mencelakakan (kecelakaan) itu aja sopirnya sering ilang melarikan diri trus ga ada beritanya…
Sebagai contoh, seorang biker yg berkendara dari Jogja ke Semarang melewati daerah Jambu-Ambarawa, di situ memang markanya tidak putus (dilarang mendahului) karena tikungan tajam dan berliku. Tetapi ada bus luar kota ber inisial “R” yang nekat….Polisi yg melihatnya juga Cuma manggut-manggut padahal yg berlawanan arah dengan bis itu menjadi kacau balau..sungguh membahayakan. Karena dipikirnya boleh mendahului, maka biker tsb mencoba juga mendahului ketika jalan agak sepi….eh….dikejar polisi dan ditangkap dibawa ke pos nya..Ketika biker itu bertanya kok bis nya dibiarkan saja?? Sang polisi menjawab “tau apa kamu?? Polisinya kan saya!! Sudah jelas-jelas melanggar malah nyari teman!!” Lho???? Yg lebih goblok polisinya atau biker nya ya???
Kayanya kembali ke masalah mentalitas para pejabat kita…sudah bukan rahasia kalau pihak2 perusahaan angkutan memberi setoran khusus ke kepolisian agar armadanya aman dan lancar…
Jadi ya kita musti extra hati-hati di jalanan Indonesia karena nyawa kita bukan apa-apa dibandingkan sumbangan yg diterima para Pejabat dan bapak-bapak yg terhormat.
Sempat terlontar juga guyonan begini..”Kenapa supir truk lebih sopan dan tidak ugal-ugalan?” jawabnya “ Soalnya supir truk bawa barang, yg kalau dia ugal-ugalan dan barangnya rusak, dia disuruh tukar barang, nah kalau supir bus walaupun penumpangnya rusak atau malah sampai mati juga ga bakalan disuruh tukar nyawa sama juragannya…”

Hati-hati di jalan guys..lebih baik mengalah sama supir angkutan umum yg mayoritas “otaknya lupa dibawa”.
Sebagai contoh, seorang biker yg berkendara dari Jogja ke Semarang melewati daerah Jambu-Ambarawa, di situ memang markanya tidak putus (dilarang mendahului) karena tikungan tajam dan berliku. Tetapi ada bus luar kota ber inisial “R” yang nekat….Polisi yg melihatnya juga Cuma manggut-manggut padahal yg berlawanan arah dengan bis itu menjadi kacau balau..sungguh membahayakan. Karena dipikirnya boleh mendahului, maka biker tsb mencoba juga mendahului ketika jalan agak sepi….eh….dikejar polisi dan ditangkap dibawa ke pos nya..Ketika biker itu bertanya kok bis nya dibiarkan saja?? Sang polisi menjawab “tau apa kamu?? Polisinya kan saya!! Sudah jelas-jelas melanggar malah nyari teman!!” Lho???? Yg lebih goblok polisinya atau biker nya ya???
Kayanya kembali ke masalah mentalitas para pejabat kita…sudah bukan rahasia kalau pihak2 perusahaan angkutan memberi setoran khusus ke kepolisian agar armadanya aman dan lancar…
Jadi ya kita musti extra hati-hati di jalanan Indonesia karena nyawa kita bukan apa-apa dibandingkan sumbangan yg diterima para Pejabat dan bapak-bapak yg terhormat.
Sempat terlontar juga guyonan begini..”Kenapa supir truk lebih sopan dan tidak ugal-ugalan?” jawabnya “ Soalnya supir truk bawa barang, yg kalau dia ugal-ugalan dan barangnya rusak, dia disuruh tukar barang, nah kalau supir bus walaupun penumpangnya rusak atau malah sampai mati juga ga bakalan disuruh tukar nyawa sama juragannya…”

Hati-hati di jalan guys..lebih baik mengalah sama supir angkutan umum yg mayoritas “otaknya lupa dibawa”.
Sabtu, 27 Februari 2010
Perawatan pertama atau inreyen…
Tau kan inreyen?? Masa pemakain pertama di mobil atau motor baru.. 500 km, kemudian 1000 km dan terakhir 3000 km pertama.
Pernah ga bro sekalian menurutinya?? Atau masa bodoh dan hajar saja??
Sebenarnya yg di buku manual itu betul 100 %.. Masa pemakaian awal menentukan panjang-pendeknya umur mesin..
Pada 500km pertama, mesin sebaiknya digunakan maximum 4000 rpm di motor atau 3000 rpm di mobil. Kalau ga ada pengukur Rpm nya (tacho meter) ya kira2 aja..biasanya 60 – 70 kph di gigi akhir (top gear).
Setelah itu ganti oli pertama dan filter oli kemudian s/d 1000 km maximum di 5000 Rpm di motor atau 4000 rpm di mobil. Atau 70-75 Kph di top gear.
Setelah itu ganti oli lagi, s/d 3000 km maximum di 6000 Rpm utk motor, biasanya mobil di 5000 rpm. Atau 80-90 Kph di top gear..tapi kalau mobil di Gigi 5 sudah sampai 100 kph lebih nih..
Saya punya pengalaman pribadi tentang inreyen ini..waktu itu motornya Yamaha Vega th 1999, ada beberapa temen yg bilang dan mitos yg beredar kalau reyen dipakai pelan2 nanti motor jadi berat. So begitu mesin baru, langsung geber bleh…apa yg terjadi??? Nothing…..sampai dengan paling gak 10000 km tdk ada yg aneh..dan motor juga enteng, tapi lebih dari itu..wow….Ring piston kompresinya mulai bocor, setang piston (connecting rod) mulai oblak, dan tenaga motor jadi ngempos….Hmmmmhh….kapok dah..
Trus dicoba lagi nih…punya motor baru kawasaki ZX 130 th 2005…perawatan dan pemakaian pertama bener2 sesuai buku..yup, walaupun di belantara ibukota, namun mesin masih tokcer meski angka odometer sudah di 55000 km.
So turutin aja perawatan di buku manual itu, yg bikin ya insinyur kok, udah dipikir baik buruknya… :p
Salammmm
Pernah ga bro sekalian menurutinya?? Atau masa bodoh dan hajar saja??
Sebenarnya yg di buku manual itu betul 100 %.. Masa pemakaian awal menentukan panjang-pendeknya umur mesin..
Pada 500km pertama, mesin sebaiknya digunakan maximum 4000 rpm di motor atau 3000 rpm di mobil. Kalau ga ada pengukur Rpm nya (tacho meter) ya kira2 aja..biasanya 60 – 70 kph di gigi akhir (top gear).
Setelah itu ganti oli pertama dan filter oli kemudian s/d 1000 km maximum di 5000 Rpm di motor atau 4000 rpm di mobil. Atau 70-75 Kph di top gear.
Setelah itu ganti oli lagi, s/d 3000 km maximum di 6000 Rpm utk motor, biasanya mobil di 5000 rpm. Atau 80-90 Kph di top gear..tapi kalau mobil di Gigi 5 sudah sampai 100 kph lebih nih..
Saya punya pengalaman pribadi tentang inreyen ini..waktu itu motornya Yamaha Vega th 1999, ada beberapa temen yg bilang dan mitos yg beredar kalau reyen dipakai pelan2 nanti motor jadi berat. So begitu mesin baru, langsung geber bleh…apa yg terjadi??? Nothing…..sampai dengan paling gak 10000 km tdk ada yg aneh..dan motor juga enteng, tapi lebih dari itu..wow….Ring piston kompresinya mulai bocor, setang piston (connecting rod) mulai oblak, dan tenaga motor jadi ngempos….Hmmmmhh….kapok dah..
Trus dicoba lagi nih…punya motor baru kawasaki ZX 130 th 2005…perawatan dan pemakaian pertama bener2 sesuai buku..yup, walaupun di belantara ibukota, namun mesin masih tokcer meski angka odometer sudah di 55000 km.
So turutin aja perawatan di buku manual itu, yg bikin ya insinyur kok, udah dipikir baik buruknya… :p
Salammmm
Minggu, 31 Januari 2010
Putri Qara.
Diceritakan bahwa Putri Qara adalah istri saudagar kaya Amenhotep, berasal dari keluarga sederhana, tapi pintar, bijaksana dan berbudi pekerti yang baik. Karena ia berasal dari keluarga yang lebih miskin dibanding dengan suaminya, ia sering diperlakukan dengan tidak selayaknya, sampai suatu hari ia dan suaminya pergi ke desa nelayan dan melihat ada seorang nelayan yang miskin dan istrinya. Nelayan tersebut sangat miskin dan bahkan untuk membeli jala yang baru untuk mengganti jalanya yang robek pun ia tidak mampu. Istri nelayan tersebut adalah orang yang pemboros, malas dan suka berjudi, seluruh penghasilan suaminya digunakannya untuk berfoya-foya.
Melihat kenyataan seperti itu, Putri Qara berkata kepada suaminya, bahwa seharusnya istri nelayan tersebut membantu memperbaiki jala suaminya. Amenhotep, menentang pendapat istrinya, mereka berdebat, sehingga Amenhotep marah dan kemudian memanggil nelayan miskin tersebut. Amenhotep menukarkan Putri Qara dengan istri nelayan tersebut.
Putri Qara sedih karena terhina, suaminya memperlakukan seolah-olah dia adalah barang yang bisa dipertukarkan semaunya. Sang nelayan tertegun dan tidak berani membantah, karena Amenhotep terkenal kejam dan sadis karena kekayaannya.
Putri Qara rajin membantu suaminya yang baru dalam bekerja. Karena kepandaian dan kebijaksanaan Putri Qara, lambat laun sang nelayan menjadi kaya. Sampai suatu ketika ada seorang tua dengan baju compang-camping dan tidak terurus datang ke rumah Putri Qara, pelayan dirumah tersebut mengenalinya sebagai Amenhotep. Amenhotep kemudian melepas terompahnya dan meletakkan di meja kecil di sudut rumah Putri Qara. Oleh pelayan, terompah tersebut diberikan pada Putri Qara dan menceritakan kondisi pemiliknya, sang Putri mengenali terompah tersebut dan memerintahkan pelayannya untuk memberikan pada Amenhotep baju baru, terompah baru dan 3 keping uang emas ditambah pesan : aku tidak diwarisi kekayaan tetapi budi pekerti, kebijaksanaan dan kemauan untuk bekerja.
Amenhotep menerima pemberian itu dengan penyesalan akan tindakannya di masa lalu, karena egonya dia menukar istrinya yang baik dan bijaksana dengan seorang wanita yang hanya bisa menghamburkan harta suaminya.
Cerita tersebut sederhana, tapi menyentuh karena ternyata begitu besar pengaruh seorang istri untuk suaminya.
Oleh karenanya, hai wanita dampingi dan dukunglah pria dengan bijaksana, dan hai pria perlakukanlah wanita dengan penuh kasih, karena pada setiap pria yang sukses pasti terdapat seorang wanita yang mendukungnya dengan bijaksana.
dari sebuah milis.
Melihat kenyataan seperti itu, Putri Qara berkata kepada suaminya, bahwa seharusnya istri nelayan tersebut membantu memperbaiki jala suaminya. Amenhotep, menentang pendapat istrinya, mereka berdebat, sehingga Amenhotep marah dan kemudian memanggil nelayan miskin tersebut. Amenhotep menukarkan Putri Qara dengan istri nelayan tersebut.
Putri Qara sedih karena terhina, suaminya memperlakukan seolah-olah dia adalah barang yang bisa dipertukarkan semaunya. Sang nelayan tertegun dan tidak berani membantah, karena Amenhotep terkenal kejam dan sadis karena kekayaannya.
Putri Qara rajin membantu suaminya yang baru dalam bekerja. Karena kepandaian dan kebijaksanaan Putri Qara, lambat laun sang nelayan menjadi kaya. Sampai suatu ketika ada seorang tua dengan baju compang-camping dan tidak terurus datang ke rumah Putri Qara, pelayan dirumah tersebut mengenalinya sebagai Amenhotep. Amenhotep kemudian melepas terompahnya dan meletakkan di meja kecil di sudut rumah Putri Qara. Oleh pelayan, terompah tersebut diberikan pada Putri Qara dan menceritakan kondisi pemiliknya, sang Putri mengenali terompah tersebut dan memerintahkan pelayannya untuk memberikan pada Amenhotep baju baru, terompah baru dan 3 keping uang emas ditambah pesan : aku tidak diwarisi kekayaan tetapi budi pekerti, kebijaksanaan dan kemauan untuk bekerja.
Amenhotep menerima pemberian itu dengan penyesalan akan tindakannya di masa lalu, karena egonya dia menukar istrinya yang baik dan bijaksana dengan seorang wanita yang hanya bisa menghamburkan harta suaminya.
Cerita tersebut sederhana, tapi menyentuh karena ternyata begitu besar pengaruh seorang istri untuk suaminya.
Oleh karenanya, hai wanita dampingi dan dukunglah pria dengan bijaksana, dan hai pria perlakukanlah wanita dengan penuh kasih, karena pada setiap pria yang sukses pasti terdapat seorang wanita yang mendukungnya dengan bijaksana.
dari sebuah milis.
Langganan:
Postingan (Atom)