Tampilkan postingan dengan label Tahu Pong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahu Pong. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Desember 2016

Mario Goes to Semarang

 This Journey starts in Dome Village, Sengir, Sumberharjo, Prambanan, Sleman, Jogjakarta. This Village was built after the massive earthquake back in 2006. Buildings in this village are all in the same shape, looked like Telletubies's house. Claimed to be Earthquake Proof.
 Lets start the Journey..
 Mario and his Cart arrived in Semarang.
 Take a "ayam kremes" (fried chicken) lunch.
 Mario had arrived in the Neo Hotel, Semarang.
 The hotel is clean, neat and at affordable price.
 Don't forget to try the "Tahu Pong". Fried Tofu served with rice and soya sauce.
 The Toko Oen is a bakery & restaurant that operating since 1910. It's a hystorical landmark in Jalan Pemuda Semarang, Central Java

 Yes, never leave Semarang without it. Lunpia, a spring roll snack that wrapped in thin "crepe" pastry skin. It can be eaten fresh or fried.
Finally, before going back to Jogjakarta, Mario take a couple of picture in Bukit Semarang Baru, a residential area with Lake, swimming pool and good restaurant.
Bye Semarang, Mario will miss you.

Senin, 14 Januari 2013

Sate Sapi dan Tahu Petis

Setelah sekian lama tidak pergi ke Semarang, akhirnya kemarin saya piknik ke kota itu. Walaupun jaraknya dari Jogja gak jauh, tetapi karena kesibukan dan keterbatasan sarana transportasi yang saya miliki menyebabkan saya lama tidak ke Semarang.. kangen sama kulinernya; Tahu Pong, tahu petis, tahu bakso Ungaran, Lumpia, Nasi Ayam, Sate Sapi, dll... Untung saja, ada berkat... Dapet mobil pinjaman. Sebuah MAzda MR buatan tahun 90. Walopun mobil Retro, yang penting AC nya dingin. Sangat penting untuk jalan jauh bersama keluarga sodara-sodara. Sesampainya di Semarang, walopun perjalanan agak ndut-ndutan, saya langsung menuju ke tempat kawan lama. Di sana beliau sudah menunggu. Langsung saja kami pergi ke Sam Poo Kong untuk melihat patung Laksamana Zeng He yang megah. Setelah itu perjalanan kami lanjutkan... dari Sam Poo Kong ke Tahu Pong...
Oh, ternyata sudah pindah Tahu Pong nya, dan malangnya lagi kalo hari minggu dia buka sore. Wis ngelih jeee malah tutup. Terpaksa lah kami pindah makan di food court simpang lima. Walopun agak kecewa, tapi lumayan lah, bisa menikmati keramaian simpang lima di hari Minggu. Setelah itu kami menuju pedagang tahu petis di peterongan. Karena baru buka sore juga, daripada gak dapet tahu, kami memutuskan untuk menunggu bukanya sang tahu di Mall Java. Pas udah buka, langsung beli sepuluh ribu rupiah, dapet 14 pcs tahu... Setelah itu cap cus balik ke Jogja dan mampirlah ke Sate Sapi di Daerah ungaran. Setelah kenyang dan puas, tibalah saat membayar... dug dug plas.. Dan benar sodara-sodara.. Luar biasa mahal, mengikuti harga pasaran daging sapi. Bangkrut ane Gan.. Yah walopun menyesal karena mahalnya harga Sate Sapi, tapi saya bisa seneng, karena rasa kangen sedikit terobati. Dan dalam perjalanan kembali ke Jogja, dari 14 tahu petis yang dibungkus tadi, 10 saya habiskan sendiri... Hahahaha.. Buto Tahu.