Minggu, 31 Oktober 2010

Aplikasi Dual Carb Pada Honda Civic ’88 A/T

Para pengguna mobil bertransmisi otomatis (Automatic Transmition – A/T) sering bergelut dengan opini yang menomerduakan kemampuan mobil matic kesayangannya dibanding dengan yang ber-spek M/T (Manual Transmition), mulai dari Tarikan Yang Kurang Responsif, Konsumsi BBM yang Lebih Boros,

Pengguna mobil matic sering menginjak pedal gas dalam-dalam untuk mengatasi tarikan awal yang kurang responsif sehingga mesin meraung lebih keras agar mobil cepat melesat, apalagi kalau sedang terburu-buru dikejar waktu. Padahal hal tersebutlah yang menyebabkan konsumsi BBM menjadi lebih boros. Berdasarkan hal-hal tersebut Kami melakukan modifikasi dengan membesarkan tenaga mesin mobil Klien kami sehingga gejala tarikan awal yang kurang responsif bisa teratasi dan meminimalkan raungan mesin yang berlebihan bila ingin memacu kendaraan matic lebih cepat.

Aplikasi yang kami lakukan adalah dengan mengganti Karburator bawaan mobil (Single Barel) dengan tipe Dual Carb (Twin Barel) lengkap dengan Intake-nya yang secara teknis akan memperbesar torsi mesin sehingga tarikan lebih enteng “ wuih lebih enteng gas-gasannya, diinjek dikit langsung ngacir ” kata Bisatyo, klien Kami si empunya mobil Honda Civic LX A/T keluaran th.’88 yang sering terburu-buru kalo berangkat kuliah.Setelah modifikasi Dual Carb terpasang dengan baik, selanjutnya Kami mengganti Camshaft (Noken As) dengan Camshaft mesin Honda bertipe ZC yang mempunyai durasi dan lift yang sedikit lebih tinggi, kelebihan dari Camshaft ini adalah performa mesin saat idle/stasioner maupun menggunakan AC tetap seperti kondisi Standar,halus dan tetap nyaman, tetapi bila gas dibejek dalam, raungan mesin sangat berbeda dan tenaganya melonjak lumayan besar terutama di putaran atas.

Setelah terpasang sempurna, Kami kembali mencoba Civic ini, hasilnya sangat signifikan, torsi terasa melonjak naik dan angka 140km/jam sangat mudah dan cepat diraih, kemudian sekembalinya ke bengkel Kami melengkapi mobil dengan Coil External dengan Voltase lebih besar lengkap dengan Kabel Busi Racing ber-Ground Wire untuk menyempurnakan pengapian guna mengimbangi pasokan BBM setelah mengaplikasi Dual Carb + Camshaft ZC, setelah itu mobil Kami serahkan pada pemiliknya untuk ditest pada panggunaan kesehariannya.

Setelah 1 minggu Bisatyo kembali ke bengkel , “ Tenaganya gila-gilaan Mas, enak banget bawaannya,tapi BBM-nya Cuma lebih irit sedikit, kmaren 1 : 9 skarang cuma jadi 1 : 10 “ katanya. Mungkin kalau Dia bisa bangun lebih pagi dan gak harus buru-buru berangkat kuliah (he,he,he – peace…) bisa dipastikan diraih perbandingan lebih besar yaitu 1 : 11 ( 1 liter bensi untuk 11 km ) untuk pemakaian normal dan wajar.
©2010,www.ennergimotorsport.com. All rights reserved


Honda Estilo Civic > modifikasi street racing



Tipe mobil yang satu ini memang ideal untuk dimodifikasi balap, yang menunjang adalah bentuknya yang aerodinamis, bobot kendaraan yang ringan,mesin dan ketersediaan sparepart racing / modifikasi yang melimpah

Spek modifikasi yang kami lakukan pada Estilo ini adalah untuk kepentingan Drag Race kelas Stock / Standart (spek regulasi kejurnas) biasa dikelompokkan dalam kelas 3.1 (sedan standart produksi masal s/d 1700cc)

Porting Polish Cylinder Head, Reamer Throttle Body, Set Kompresi, Set Fly Wheel, Set Exhaust, Up Grade Ignition system dan Remapping ECU adalah menu modifikasi mobil yang masih dipakai untuk kuliah sehari – hari ini

Best time yang kita dapat di 201m adalah 9,90dtk tetapi sayangnya belum terbukti di event / kejuaraan Drag Race resmi, akan kita lihat segera…

Jumat, 29 Oktober 2010

Modifikasi Harian Jazz RS M/T





Honda Jazz RS keluaran terbaru ini telah dimodifikasi untuk penggunaan harian, Throttle Body sudah di reamer dan memodifikasi Front Pipe (custom)
Riview dari mas Aryo Wiryawan si pemilik mobil adalah sbb:
- Sama seperti Genionya Adit…
(baca artikel “Review Penggantian Header pada Mobil Standart” di http://ennergimotorsport.com/content/penggantian-header-custom-pada-mobil-standart.html)
- Konsumsi BBM dari 1:13 jadi 1:15 dalam kota (jogja)
- Suaranya lebih menyenangkan… krispi…. :D
Yang jelas, walaupun mobilnya standart, kalau tidak bernyali jangan coba-coba duduk di samping mas Aryo , kakinya nakal kalo nyetir (jangan lupa pakai seat belt mas)


Untuk cerita modifikasi lainnya klik aja
www.ennergimotorsport.com/content/category/modifikasi.html

Rabu, 06 Oktober 2010

Helm SNI

Beberapa bulan lalu kita pengendara motor dikampanyekan utk menggunakan helm ber –SNI. Setiap ada operasi kita disarankan utk menggunakan helm ber SNI bagi yang belum menggunakan. ATPM pun segera tanggap. Utk pembelian motor baru akan diberi bonus Helm yang sudah SNI.
Tetapi ketika kita membeli helm SNI atau mendapat helm SNI dari produsen motor, apaka kita sudah yakin akan keamanannya? Apakah kita tahu bahwa Helm itu utk mendapatkan sertifikasi SNI sudah melakukan serangkaian test sebenarnya??
Lalu apakah kriteria SNI itu? Apakah hanya bentuk nya yang standar ataukah juga menyangkut kualitas bahan dan ketahanannya terhadap benturan??
Berikut pengalaman pribadi saya:
Saya mempunyai helm SNI (no SNI-1811-2007) yang kebetulan merupakan hadiah langsung dari ATPM Suzuki.
Bentuk helm nya memang sudah standar, melindungi sampai samping, juga ada kacanya. Modelnya juga bagus. Tetapi ketika helm tersebut jatuh dari meja yang tingginya hanya sekitar 70cm karena kesenggol, helm tersebut mengalami kerusakan yang lumayan lho. Kaca dan Pet nya terlepas dari dudukannya yang dibaut (ternyata bautnya cuma plastic). Dan timbul keretakan sepanjang 15cm tepat di tengah batok helm nya (sambungan antara bagian helm kiri dan kanan).
Hiiii…jatu dari meja saja pecah begitu. Kalau pas dipakai dan jatuh dari motor dengan kecepatan 50km/jam gimana ya?? Bisa jadi anggota DPR dah.. (BODOH).
Trus siapa yang harus tanggung jawab ya?? ATPM atau yang berwenang meberikan sertifikasi SNI itu??

Masih percaya sama sertifikasi SNI?? Kalau saya percaya sertifikasi SNELL atau DOT. Sudah terbukti di kepala saya dan saya juga gak jadi anggota DPR. :p